croPLUS: Renungan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Nasehat Syaich Hasyim Asy'ari Bagi Para Pencari Ilmu


Nasehat Syaich Hasyim Asy'ari Bagi Para Pencari Ilmu
Tebuireng.org - Dalam Kitab-nya Adabul 'Alim wal Muta'allim, KH. M. Hasyim Asy'ari merangkum etika-etika santri atau pelajar sebagaimana berikut:

Pertama, seorang santri hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya seperti dendam, dengki, keyakinan yang sesat dan perangai yang buruk.
Hal itu dimaksudkan agar hati mudah untuk mendapatkan ilmu, menghafalkannya, mengetahui permasalahan-permasalahan yang rumit dan memahaminya.

Kedua, hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu dengan bermaksud mendapatkan ridho Allah, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariah Islam, menerangi hati dan mengindahkannya dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai berniat hanya ingin mendapatkan kepentingan duniawi seperti mendapatkan kepemimpinan, pangkat, dan harta atau menyombongkan diri di hadapan orang atau bahkan agar orang lain hormat.

Ketiga, hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan "menunda-nunda" dan "berangan-angan panjang", sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan. Seorang santri hendaknya memutus sebisanya urusan-urusan yang menyibukkan dan menghalang-halangi sempurnanya belajar dan kuatnya kesungguhan dan keseriusan menghasilkan ilmu, karena semua itu merupakan faktor-faktor penghalang mencari ilmu.

Keempat, menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.
Imam As-Syafi'i Ra berkata, tidak akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati, kesulitan hidup dan khidmah pada ulama.

Kelima, pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu. Waktu yang paling baik untuk hafalan adalah waktu sahur, untuk pendalaman pagi buta, untuk menulis tengah hari, dan untuk belajar dan mengulangi pelajaran waktu malam. Sedangkan tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan tempat-tempat yang jauh dari gangguan. Tidak baik melakukan hafalan di depan tanaman, tumbuhan, sungai dan tempat yang ramai.

Keenam, makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar. Di antara manfaat makan sedikit adalah badan sehat dan tercegah dari penyakit yang di akibatkan oleh banyak makan dan minum, seperti ungkapan syair yang artinya:
"Sesungguhnya penyakit yang paling banyak engkau ketahui berasal dari makanan atau minuman."
Hati dikatakan sehat bila bersih dari kesewenang-wenangan dan kesombongan. Dan tidak seorangpun dari para wali, imam dan ulama pilihan memiliki sifat atau disifati atau dipuji dengan banyak makannya. Yang dipuji banyak makannya adalah binatang yang tidak memiliki akal dan hanya dipersiapkan untuk kerja.

Ketujuh, bersikap wara' (mejauhi perkara yang syubhat 'tidak jelas ' halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal. Memilih barang yang halal seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhan hidup supaya hatinya terang, dan mudah menerima cahaya ilmu dan kemanfaatannya. Hendaknya seorang santri menggunakan hukum-hukum keringanan (rukhsoh) pada tempatnya, yaitu ketika ada kebutuhan dan sebab yang memperbolehkan. Sesungguhnya Allah senang bila hukum rukhsohnya dilakukan, seperti senangnya Allah bila hukum 'azimahnya (hukum sebelum muncul ada sebab rukhsoh) dikerjakan.

Kedelapan, meminimalisir penggunaan makanan yang menjadi penyebab bebalnya otak dan lemahnya panca indera seperti buah apel yang asam, buncis dan cuka. Begitu juga dengan makanan yang dapat memperbanyak dahak (balgham) yang memperlambat kinerja otak dan memperberat tubuh seperti susu dan ikan yang berlebihan. Hendaknya seorang santri menjauhi hal-hal yang menyebabkan lupa seperti makan makanan sisa tikus, membaca tulisan di nisan kuburan, masuk di antara dua unta yang beriringan dan membuang kutu hidup-hidup.

Kesembilan, meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak. Tidak menambah jam tidur dalam sehari semalam lebih dari delapan jam. Boleh kurang dari itu, asalkan kondisi tubuh cukup kuat. Tidak masalah mengistirahatkan tubuh, hati, pikiran dan mata bila telah capek dan terasa lemah dengan pergi bersenang-senang ke tempat-tempat rekreasi sekiranya dengan itu kondisi diri dapat kembali (fresh).

Kesepuluh, meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran. Watak manusia itu seperti pencuri ulung (meniru perilaku orang lain dengan cepat) dan efek pergaulan adalah ketersia-siaan umur tanpa guna dan hilang agama bila bergaul dengan orang yang bukan ahli agama. Jika seorang pelajar butuh orang lain yang bisa dia temani, maka hendaknya dia jadi teman yang baik, kuat agamanya, bertaqwa, wara ', bersih hatinya, banyak kebaikannya, baik harga dirinya (muru'ah), dan tidak banyak bersengketa: bila teman tersebut lupa dia ingatkan dan bila sudah sadar maka dia tolong. 

(Diterjemahkan dari kitab "Adabul 'Alim wal Muta' allim" karya KH. M. Asy'ari)
*Tulisan ini dimuat di Majalah Tebuireng Edisi: 19/Januari-Februari 2012
Baca Selengkapnya >>

MENIKAH Itu Indah

Nikah, adalah suatu hal yang dinanti-nanti. Keindahannya tak bisa dibayangkan kecuali bagi yang sudah mengalaminya. Dengan menikah, pikiran, dan hati menjadi tenang, tentram tak terkira. Pandangan jadi lebih bisa terjaga. Lebih dari itu, menikah adalah fitrah setiap anak Adam. Dengan menikah, seseorang bisa semakin lebih dewasa dalam berfikir, berprilaku bahkan dalam mengambil dan memutuskan sebuah pilihan.

Ada beberapa hal yang bisa dihayati mengapa seseorang itu harus menikah. Di antaranya; pertama, menikah berarti melengkapi agamanya. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).

Kedua, menikah bisa menjaga kehormatan diri. “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.

Ketiga, bersenda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia melainkan suatu amal mulia yang dianjurkan. “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.

Keempat, bersetubuh dengan istri termasuk sedekah. Suatu ketika para shahabat Nabi SAW berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”

Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih, takbir, tahlil dan tahmid terdapat sedekah; memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”

Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu di salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?”
Mereka menjawab, “Ya, tentu.”

Beliau bersabda, “Demikian pula bila dia menyalurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala. (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah.

Lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat Dhuha dua rakaat.” (Buku

Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar “Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…

Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi.

Menikah itu Subhanallah indah,  dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja yang lainnya cuma ngontrak, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun

Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.

Saya jadi ingat kisah tetangga saya, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kerja, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”. Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.

Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya” demikian jawabnya singkat.

Ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti.

Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya.

Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.

Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki “Surga”.

Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan. Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta.

Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah.

Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian.

Allahumma Aamiin.

sosbud.kompasiana.com

 
Baca Selengkapnya >>

Menikah Membuka Pintu Rizki



Assalamualaikum. Alhamdulillah, Apa kabar rekan Blogger sekalian. semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah. kira-kira 1 bulan lebih Zaenal Blog belum Update, dikarenakan baru belajar berkontribusi memberangkatkan Jamaah umrah ke tanah suci. Alhamdulillah, permulaan yang penuh berkah. 1 bulan memulai bisnis travel haji umrah melalui Online, dan bulan pertama ini bisa memberangkatkan 19 jamaah Umrah. Kok jadi ngelantur ya! Baik, kita menuju ke Point mengenai "menikah membuka pintu rizki".


Kok tumben Zaenal Blog ngebahas mengenai Pernikahan?? Ini berdasarkan dari pengalaman Pribadi dan sangat ingin mencurahkannya dalam Zaenal Blog ini. Sebelumnya kita akan mengupas mengenai makna RiZki. Sebagian besar orang menganggap bahwa RIZKI itu hanya berupa materi. Padahal bukan itu maksud dan hakekat dari RIZKI. Rizki adalah sesuatu nikmat dari Allah yang membuat kita bahagia, rizki yang kita terima tidak hanya berupa materi tapi lebih banyak adalah non materi berupa kesehatan, keselamatan, keluarga yang harmonis sampai terhindar dari bahaya.sikap kita harus selalu bersyukur terhadap rizki yang kita terima,maka akan Allah tambah nikmat tersebut.

Jadi teringat ketika dulu ane Menikah. tepatnya sekitar 2 tahun yang lalu, 28 Februari 2010. Ketika itu ane masih belum punya apa-apa, karena memang baru selesai Kuliah di Jawa Timur (ISID, Pondok Modern Gontor, Ponorogo). Namun terus berusaha meyakinkan orang tua, bahwa Rizki orang yang menikah itu sudah dijanjikan oleh Allah. Alhamdulillah, saat ini setelah 2 tahun mengarungi bahtera Kehidupan bersama dilengkapi dengan Anugrah seorang Putri bernama "Insyira Fauzia".

Nah, Apa sih Dalil yang menegaskan tentang Pernikahan. Dan Apa saja Hikmah dari Menikah itu. Mari kita simak Ayat berikut ini:

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)

Pernikahan mungkin benar sebagai pembuka pintu rezeki.Benarlah nasehat para ulama bahwa pernikahan adalah sumber rezeki. Sebaliknya, perceraian bisa merugikan bagi kekayaan anda.

Survei yang melibatkan 9.000 orang menunjukkan perceraian menurunkan kekayaan seseorang hingga 77 persen. "Cerai menyebabkan menurunnya kekayaan jauh lebih besar daripada sekadar membagi rata harta gono-gini," kata Jay Zagorsky dari Ohio State University. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu 1985 hingga 2000. Pada tahun 1985, rata-rata usia pasangan yang disurvei antara 21 hingga 28 tahun.

Sebaliknya, pernikahan itu sendiri membuat seseorang lebih kaya daripada sekedar menggabungkan kekayaan kedua pasangan. Setiap orang yang menikah, rata-rata memperoleh jumlah kekayaan dua kali lipat. Hanya dari faktor pernikahan, tanpa melibatkan faktor lain dalam perhitungan, seseorang meningkat kekayaannya sekitar 4 persen setiap tahun. Temuan tersebut dijelaskan dalam Journal of Sociology.

"Jika Anda benar-benar ingin meningkatkan kekayaan, menikahlah dan pertahankan," kata Zagorsky. Di lain pihak, lanjutnya, hindari perceraian karena akan menurunkan kekayaan. Setelah bercerai, pria memiliki kekayaan rata-rata 2,5 kali lebih besar daripada wanita. Selisih di antara keduanya rata-rata berkembang menjadi sekitar 5.100 dollar AS saja.

Pada orang yang akhirnya bercerai, kekayaannya terus merosot selama empat tahun menjelang perceraiannya dan mencapai titik terendah pada tahun perceraiannya. Kekayaannya kembali naik perlahan setelah bercerai namun tidak terlalu besar. "Bahkan sekitar sepuluh tahun setelah bercerai, rata-rata kekayaannya di bawah 10 ribu dollar AS," kata Zagorsky.

Menurutnya, penelitian ini bukanlah sebagai pembenaran, tapi paling tidak ada alasan yang dapat menjelaskan. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa hidup bersama membuat pasangan lebih efisien dan pengeluaran lebih
murah ketika hidup serumah.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nuur: 32)

Demikian pembahasan mengenai "menikah membuka pintu Rizki". Jadi, Yang sudah Cukup Umur dan merasa Mampu untuk menikah serta meraka yang sudah diwajibkan menikah, tunggu Apalagi??!!! Rencanakan Pernikahan kalian Segera!

za-enal.blogspot.com

Baca Selengkapnya >>

AL-QURAN dan MATEMATIKA

Setelah diteliti lewat Komputer, hasilnya bahwa Huruf-huruf abjad yang terdapat dalam 114 surat Al-Qur-aan itu adalah sebanyak : 63,000,000, 000,000,000,000,000,000,000.
Dan angka 19 menjadi satu perhatian yang serius dan khusus, seperti diketahui pada Matematika, angka 19 adalah bilangan prima, yang tidak bisa dibagi, kecuali dengan dirinya sendiri. Dan angka 1 bilangan asli terkecil, dan angka 9 adalah bilangan asli terbesar. Dalam penelitian itu ternyata data dipermulaan Al-Qur-aan, terdiri dari 19 Huruf yang akan disebutkan nanti.

Merenungkan kembali data-data kemu’jizatan Al-Qur-aan itu. Tentu kita berharap keberadaan informasi lain dari angka-angka yang tersembunyi di dalam Al-Qur-aan. Satu kesimpulan dalam bidang Matematika mengatakan bahwa satuan dari Allah dalam menurunkan Al-Qur-aan adalah “19” artinya jika kita ber hitung “0 sampai 09” maka hal itu, berarti kita menghitung dari 0 sampai 1 bagi Allah dan jika kita berhitung dari 19 sampai 38. maka berarti kita menghitung hanya dari 1 sampai 2 demikianlah seterusnya, kita melihat hubungan pada gambar berikut :

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !
0 ………………………………………………………………...

Jadi di dalam bahasa “Matematikanya Allah” mempunyai satuan adalah 19 perhitungan manusia, yaitu jumlah huruf abjad pada kalimat “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” adalah 19 huruf.
Hal yang kami jelaskan di atas, dapat lebih jelas sekiranya kita mempunyai mata uang logam 19 rupiahan. Kemudian kita berikan kepada orang sebanyak berkarung-karung. Lantas mereka simpan. Maka pada 1400 tahun kemudian anak cucu kita mencoba menghitungnya, yaitu sekian-sekian rupiah ………
Apakah anda dapat mengerti bahwa yang sekian-sekian rupiah itu akan habis jika dibagi 19 ? Hal ini terjadi karena kita memberikan uang kepada mereka dalam satuan 19.
Yaitu satuan atau satu dari uang logam itu adalah Rp 19. itu adalah gambaran tentang satuan dari Allah adalah 19 dalam metoda menurunkan Al-Qur-aan. Memperhatikan interfal 0,1 dari Allah itu, kita bertanya tentang harga 1/19 … 18/19 didalam interfal 0,1 ini. Ternyata kita menemukan sesuatu yang aneh untuk menemukan sistem sumbu sebagai berikut :


Lebih lanjut, kita telah pernah melihat ‘Alam. Terutama yang sudah dapat digolongkan pada satuan ‘Alam. Misalnya sel partikel pada Surah Ar-Ra'd ayat 3 berbunyi sebagai berikut dibawah ini :

وَهُوَ الَّـذِ يْـنَ مَـدَّ اْلأَرْضَ وَجَـعَــلَ فِــيْــهَـا رَوَ اسِيَ وَ اَ نْــهَارًاط وَمِنْ كُـلِّ الـشَّـمَرَاتِ جَـعَـلَ فِــيْــهَا زَوْ جَــيْـنِ ا ثْـــنَــيْـنِ يُــغْـشِى الَّــيْــلَ الـنَّــهَـارَ اِنَّ فِيْ ذ لِـكَ َلا يـتٍ لِــقَـوْ مٍ يَــتَـفَـكَّـرُوْنَ

“DIA Yang membentangkan Bumi dan menjadikan di antaranya Gunung-gunung dan Sungai-sungai. Dari tiap-tiap buah-buahan. DIA jadikan sepasang-sepasang (Jantan dan Betina). DIA tutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu (adalah) menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Q.S. Ar-Ra’d : 3)

Dikatakan bahwa setiap buah atau setiap satuan Alam dijadikan padanya sistem dua (Zawjaisnain) kemudian lihat perkembangan sel. Dari 1 sel menjadi 2 sel. Kemudian menjadi 4 sel, dan seterusnya merupakan perkalian atau kelipatan 2 dari sebelumnya. Dan ini yang dimaksud data Surah Ar-Ro’d ayat 3 diatas, tersebut bahwa tiap buah atau tiap benih dijadikan padanya sistem 2. Begitu juga pertikel yang merupakan benih di dalam fisika. Walau sel benih dalam Biologie ternyata dalam reaksi rantai dari 1 sampai 2 dan seterusnya 4 8 16 ……… yang merupakan perkalian 2.
Padahal menurut akal, kita condong untuk mengatakan bahwa partikel yang menabrak benda-benda lain akan menjadi 3 kemudian 9 kemudian 27 dan seterusnya. Merupakan kelipatan 3. Tetapi partikel itu tidaklah menjadi 3 bahkan ia menjadi 7 mengapa ? Allah menyatakan pada data Ar-Ro’d ayat 3 Bahwa ada sistem expansi 2 pada tiap-tiap benih.
Apa yang kita bicarakan sekarang adalah merupakan benih dari Matematika ? Oleh karena itu, kita mulai jawaban kita dengan angka 1. Mari … lihat gambar di bawah ini Sumbu X kita mulai dari angka 1.

! !
_____________________________________
! ! ! 1 0

Selanjutnya kita tulis 2, karena 1 x 2 = 2 ---

_____________________________________
! ! 2 1 0

Kemudian kita tulis 4, karena 2 x 2 = 4 ----

______________________________________
! ! 4 2 1 0

Dan seterusnya kita tulis 8, karena 4 x 4 = 8

______________________________________
! ! ! 8 4 2 1 0

Kemudian untuk penulisan berikutnya 8 x 2 = 16. Tetapi kita tidak menulisnya pada titik-titik itu 16, sebab perjanjian dalam desimal kita, tiap titik hanya berisi satu angka. Oleh karena itu, kita tulis 6 saja. Tetapi titik ini kita hubungkan dengan angka 16 pada sumbu ( Y ) lihat gambar dibawah ini :


Lebih lanjut, 16 x 2 = 32. Ini berada pada interfal (1,2), maka kita harus menguranginya dengan 19 agar diketahui posisinya pada interfal (1,2) yang dilihat dari angka ini kita hubungkan dengan angka 13 pada Sumbu Y. Selanjutnya mari kita ikuti gambar dibawah ini :



Dan seterusnya 13 x 2 = 26. Kemudian 26 – 19 – 17 tulis saja 7
Seterusnya didapatkan 7 x 2 = 14. Maka tulis saja 4
dan 14 x 2 = 28 atau 28 – 9 tulis saja 9

! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !
___________________________
Y 0 9 4 7

Kemudian 9 x 2 = 18 tulis – 8
Kemudian 19 x 2 = 36 tulis – 36 : 37 tulis saja 7
Kemudian 17 x 2 = 34 tulis - 34 - 19 tulis saja 5

Kemudian 15 x 2 = 30 dan 30 – 19 = 11 tulis saja 1
Kemudian 11 z 2 = 22 dan 22 - 19 = 3 tulis saja 3
Kemudian 6 x 2 = 6 tulis saja 6

Kemudian 6 x 2 = 12 tulis 2
Kemudian 12 x 2 = 24, dan 24 – 29 : 5 tulis 5
Kemudian 5 x 2 = 10 tulis saja 0

! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !
_____________________________________________
0 5 2 6 3 1 5 7 8 9 4 7 3 6 8 4 2 1 0

Kalau kita lanjutkan, ternyata akan kembali kepada keadaan yang semula, yaitu 10 x 2 : 20 kemudian 20 – 19 = 1 kemudian 1 x 2 tulis 2, sehingga angka sebelah kiri dari nol kiri sama dengan angka sebelah kiri nol kanan dan angka sebelah kanan dari nol kiri sama dengan angka sebelah kanan nol kanan. Sehingga titik-titik itu ditulis sebagai berikut dibawah ini :

! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !
0 5 2 1 0 5 2 9 4 2 1 0 5 2

Tiap titik pada sumbu X ini mempunyai hubungan titik titik pada sumbu Y. Bila titik potong garis yang menghubungkannya, maka akan kita dapatkan Kalimat Asli dari tulisan Basmallah. Lihat Gambar di bawah ini :





Jika dimulai menarik garis grafik seperti dibawah :


Jika kita mulai dari 0, kita dapatkan tulisan Bismi.
Tulisan “Bismi itu, berbeda pada titik 1, maka jika kita lanjutkan, harus dari 2, kemudian angka 4, itu adalah 2 sampai 6. Dengan 6 kita dapatkan tulisan kalimat Allah.

Grafik diatas menunjukkan kalimat Allah.
Jika kita teruskan, harus dari 12. Dan jika kita mulai dari 12 sampai dengan 6, maka akan didapatkan tulisan seperti di bawah ini :
Grafik di atas menunjukkan kalimat Ar-Rohmaan.

Grafik di atas menunjukkan kalimat Ar-Rohiim. Demikian akhirnya jika kita teruskan lagi yang dimulai dari angka 12. Dan jika kita tarik garis dari angka 12 hingga angka 1, maka terdapatlah tulisan dari kalimat Ar-Rohmaan.
Jadi tulisan Bismillahirrohmaanirrohiim itu, semua dimulai dari titik 1 dan berakhir sampai titik 1.


Grafik diatas menunjukkan diagram kalimat Bismillahirrohmaanirrohiim.

Pembaca yang budiman.
Kaligrafi asli di atas, mempunyai kekuatan, karena tiap-tiap titik yang membentuk tulisan itu mempunyai hubungan :
Ambil misalnya 1, maka 1 dibagi 19 = 0,05263 jadi angka 1 dibawah 1 itu menjadi 0 (Nol koma) …..
Ambil misalnya 12, maka angka dibawah 12 itu adalah 2, maka 2 ini menjadi 0, jadi 12 - 19 = 0,63157 … ……………………………………………………….….
Ambillah misal 15, maka 15 – 19 = 0,78947 ……….. jadi angka 5 dibawah 15 ini menjadi 0, (Nol koma).
Ambillah misal 9 maka 9 – 9 = 0,4736842 ………… Demikianlah seterusnya, jika setiap titik yang membentuk kaligrafi asli dibagi dengan 19, maka hasilnya adalah angka-angka yang pada sumbu X dengan mengganti angka-angka yang dibawahnya, maka akan menjadi 0, (Nol koma).
Telah kita ketahui bahwa data pertama itu secara cermat ada 19 huruf, yang terkelompok dalam kalimat “Bi-Ismi-Allah” “Ar-Rohmaanir” “Ar-Rohiim”. Dalam hal ini dapat kita perhatikan dengan teliti pada kalimat di bawah ini :

لبِــســــــمِ الـلّــــــــهِ الـــــرَّ حْـــمــــنِ الـــــرَّ حِـــــــيـــــــــــــــــم
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
Keterangan :

Kalimat Ismu tercatat didalam Al-Qur-aan : 19 x
Kalimat Bismi tercatat didalam Al-Qur-aan : 3 x
Jumlah : 57 x
Kalimat Allah tercatat sebanyak 142 x 19 : 2698 x
Kalimat Allah tercatat sebanyak : 57 x
Sama dengan kelipatan Bismi 3 x Ismu 19 .. : 57 x
Kalimat Ar-Rohiim tercatat sebanyak 6 x 19 : 114 x

Asma’ Allah Ar-Rohiim, kiranya sama dengan jumlah surat yang ada di dalam Al-Qur-aan, yaitu 114 surat. Meskipun ada surat yang tidak dimulai dengan “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” yaitu surat At-Taubah (Al-Baro’ah). Namun ia diimbangi dengan “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” yang terdapat di dalam surat Al-An’am ayat 30 yang berbunyi : Innahu min Sulaiman. Wa-innahu “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” .
114 Kalimat “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” itu sama dengan perkalian surat 6 x 19 = 114.

Hal angka 19 itu adalah merupakan suatu Mu’jizat Al-Qur-aan, tetapi letak Mu’jizat yang sebenarnya bukan pada angka 19 itu, yang tepat ialah pada Ayat :
لبِـسْــــــــــــمِ الـلّــــــــــــهِ الـرَّحْـمـنِ الـرَّحِــيْـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــمِ

Jika kita simak dengan baik, maka ia adalah terdiri dari 4 buah kata. Dan terdiri dari 19 huruf. Dan setiap kata dalam ayat tersebut di ulang dalam Al-Qur-aan, yang jumlahnya adalah kelipatan dari angka 19.
Hal itu pasti bukan suatu kebetulan, karena setiap kebetulan hanya mungkin terjadi 3 x berturut-turut. Ayat suci “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim” sesungguhnyalah Al-Qur-aanul Kariim dalam jumlah yang merupakan kelipatan dari jumlah huruf-huruf yang merangkaikan ayat itu. Hal sesungguhnya telah membuka tirai bagi sebagian dari Mu’jizat Ilaahi, yang terkandung dalam ayat-ayat suci tersebut. Dan jelas merupakan bukti nyata bahwa Al-Qur-aan sungguh bukan ciptaan atau karangan manusia !
Contoh di atas, membuktikan bahwa keistimewaan Kitab suci Al-Qur-aan dari semua Kitab samawi, apalagi yang bukan samawi (Kitab dari Allah). Bukankah hal itu lebih dahulu telah di-isyaratkan Allah di dalam Al-Qur-aan ayat tantangan-Nya. Perhatikan :

وَ اِنْ كُـــنْــتُـمْ فِيْ رَ يْـبٍ مِــمَّـا نَــزَّ لْـــنَـا عَــلىَ عَــبْــدِ نَـا فَــأْ تُــوْا بِـسُـوْ رَ ةٍ مِّنْ مِّــثْــلِــه وَادْعُـوْا شَــهَــدَآءَ كُـمْ مِّنْ دُوْنِ الـلّـــهِ اِنْ كُـــنْــتُـمْ صـدِ قِــيْـنَ

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang kebenaran (Al-Qur-aan) yang KAMI turunkan kepada hamba KAMI (Muhammad). Cobalah kamu buat satu surat saja, yang sama dengan Al-Qur-aan itu. Dan panggillah penolong-penolongmu selain Allah sekiranya kamu benar (bisa membuat seperti Al-Qur-aanul Kariim itu). (Q.S. Al-Baqarah : 23)

وَ اِن لَـمْ تَــفْــعَــلُوْا وَ لَـنْ تَــفْــعَــلُوْا فَـاتَّــقُواالــنَّارَ الَّـتِـيْ وَ قُـوْ دُهَـا الــنَّاسُ وَ الْـحِـجَـارَ ةِ اُعْـدَّتْ لِـلْــكــفِــرِ يْــــــــــــــــــــنَ

“Jika kamu tidak sanggup membuatnya dan pasti kamu tidak akan sanggup, (maka) takutlah api Neraka yang kayu bakarnya (adalah) Manusia dan Batu, yang disediakan bagi orang-orang Kafir”. (QS. Al-Baqarah : 24)

Kami persilahkan untuk mengembangkan ‘Ilmu demi kemanusiaan.

لبِــســــــمِ الـلّــــــــهِ الـــــرَّ حْـــمــــنِ الـــــرَّ حِـــــــيـــــــــــــــــم

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Data yang terdapat setelah diteliti dengan cermat, maka akan kita dapati ilmu yang sangat hebat dan ia terletak pada Ayat “Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim”, kiranya abjadnya 19 huruf. Mari kita perhatikan ………. :
Wahyu pertama diturunkan 1 x 19 kata. Wahyu ini terdapat pada surah Al-‘Alaq, ayat 1 sampai dengan ayat 5, jelasnya surah Nomor 96.

إِ قْــرَ أْ بِـاسْـمِ رَ بِّـكَ الَّــذِيْ خَـلَــقَ
5 4 3 2 1

خَــلَــقَ اْلإِ نْـسَـانَ مِنْ عَــلَــقٍ
9 8 7 6

إِ قْــرَ أْ وَ رَ بُّـكَ اْلأَ كْــرَ مُ
12 11 10

اَ لَّـذِ ي عَــلَّــمَ بِـالْــقَـــلَـمِ
15 14 13

عَــلَّـمَ اْلإِ نْــسَـانَ مَـــلَـمْ يَــعْـــلَـمْ
19 18 17 16




Oleh: Eko Febriyanto
Baca Selengkapnya >>

CINTA ITU HANYA SATU KATA




Cinta itu hanya satu kata
Tapi belum ada kata yang menandinginya

belum ada nilai yang pas buatnya

belum ada penghargaan yang pantas buatnya

belum ada yang mampu menterjemahkannya

belum ada pujangga yang mampu mengungkap pesonanya

belum ada filosof yang mampu membakukan keindahannya

belum ada penulis yang mampu membukukan keelokannya

belum ada penyair yang mampu mengurai maknanya

dan belum ada.......

mungkin takkan pernah ada dukun yang mampu mengungkap misterinya{?}

Andaikata Cinta harus dituliskan

mungkin air laut yang harus jadi tintanya dan langit yang jadi lembarannya

karena semua insan punya persepsi yang berbeda-beda

Cinta adalah satu kata yang tetap menjadi sebuah tanda tanya

Apa, siapa, kapan dan dimana jawabannya?

Entahlah...!?
Baca Selengkapnya >>

Problematika Seputar Nikah SIRI

Bagi warga Indonesia, nikah siiri bukan suatu hal yang asing didengar. Nikah sirri atau pernikahan yang tidak dicatatkan secara resmi di KUA banyak dilakukan karena berbagai alas an, mulai dari alas an yang baik semisal agar terhindar dari maksiat sewaktu proses pertunangan, sampai alas an yang tidak baik semisal agar tidak terkena tuntutan hokum ketika nanti salah satu pihak pergi meninggalkan pasangannya tanpa tanggung jawab.

Secara hukum agama, nikah sirri diakui secara sah sebagai akad pernikahan yang mengikat antara kedua mempelai. Karenanya ketika nikah sirri dilakukan, maka praktis berlakulah seluruh hak dan kewajiban suami istri. Banyak orang yang menyadari tentang hak pasangan nikah sirri, semisal hak untuk berhubungan dan bersenang-senang, namun tidak banyak yang menyadari tentang kewajiban-kewajiban yang diakibatkan oleh nikah sirri tersebut yang tak lain adalah kewajiban pernikahan secara umum yakni nafkah lahiriah, sandang, pangan, papan dan mu’asyarah bi al-ma’ruf (bergaul dengan baik) dari pihak suami serta pengabdian dan taatdari pihak istri. Bila kewajiban-kewajiban tersebut dilalaikan, maka yang bersangkutan akan mendapatkan dosa.


MOTIVASI KEBANYAKAN NIKAH SIRRI

Dikalangan pedesaan, acap kali fenomena nikah sirri dilakukan diwaktu pertunangan. Motivasinya sederhana, yakni agar kedua anak yang ditunangkan tidak berdosa ketika harus berduaan kesana kemari, kerumah para kerabat mereka atau ketika menghadiriacara-acara adat. Para wali nikah dan kedua mempelai enggan mencatatkan pernikahan tersebut ke KUA karena ada kekhawatiran hubungan pertunangan itu batal di kemudian hari. Apabila dicatatkan di KUA dan kemudian ternyata pertunangan batal, maka kedua mempelai dan keluarga harus direpotkan dengan proses perceraian di pengadilan. Akan tetapi bila cukup dengan nikah sirri, maka perceraian cukup terjadi secara kekeluargaan tanpa memakan banyak waktu dan biaya. Atas pertimbanganseperti itu, nikah sirri banyak dijadikan solusi bagi terhindarnya kedua pasangan dari dosa dan sekaligus bagi kerepotn mengurus ini dan itu ketika harus gagal.
Motivasi sperti itu pada dasarnya baik karena berdasarkan sabda Rasul Shallahu ‘alaihi wa sallam:
لان يطعن في راءس احد كم بمخيط من حد يد خيرله من ان يمس امراة لا تحل له
Artinya: “Tertusuknya kepalamu dengan jarum dari besi, itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal bagimu” (HR at-Thabarani).

PROBLEMATIKA TUNANGAN NIKAH SIRRI

Pernikahan sirri yang seharusnya jadi solusi ini kerap meninggalkan masalah serius ketika hubungan pertunangan yang di ikat dengan niakah sirri tersebut benar-benar mengalami kegagalan. Apakh dengan gagalnya pertunagan tersebut berarti dengan sendirinya ikatan perkawinan  juga berakhir? Hal inilah yang sering luput dari perhatian orang-orang, terutama masyarakat awam. Banyak anak gadis putus tunangan langsung dinikahkan oleh walinya dengan laki-laki tunangannya selanjutnya tanpa pernah ada kata talak dari tunangannya yang pertama yang nota bene adalah suami sahnya. Sang wali, begitu pula kebanyakan masyarakat awam, menilai bahwa putusnya tunangan sama saja dengan jatuhnya talak.
Anggapan seperti ini tentu sangat keliru karena talak hanya bisa jatuh bila sang suami menjatuhkan kata talak/seraikepada istrinya baik dengan sharih (kata-kata cerai yang jelas) atau kinayah (kata-kata cerai yang samar) yang disertai niat menceraikan. Tanpa kata cerai dari suami berarti ikatan perkawinan belum usai dan si perempuan haram menikah dengan laki-laki lain manapun karena masih berstatus sebagai istri sah. Bila perempuan tersebut tetap saja menikah dengan laki-laki lain, maka akad nikahnya tidak sah dan hubungan intim keduanya menjadi zina. Bila pernikahan semacam ini terjadi, maka baik si perempuan dan walinya berdosa besar. Si suami baru dan penghulu yang menikahkan juga dosa besar bila keduanya telah mengetahui bahwa si wanita belum dicerai.
Seandainya putusnya pertunangan yang dinikah sirri itu dari pihak laki-laki, tentu masalahnya mudah, tinggal minta penjelasan pada si laki-laki tersebut tentang status si perempuan, apakah sudah diceraikan ataukah belum. Masalah menjadi sangat rumit tatkala putusnya pertunangan tersebut dari pihak perempuan. Kalau saja sang suami mau menceraikan maka tidak ada masalah, namun yang sering terjadi tidak demikian. Sang suami enggan menjatuhkan talak pada istrinya karena dia tidak mau pertunangannya putu, tapi dipaksa untuk putus dari pihak perempuan. Dalam kondisi semacam ini pihak keluarga perempuan mengalami dilemma pelik, kalu mau terus menikah lagi dengan orang lain bisa menjadi zina dan kalau menggugat cerai ke pengadilan dirasa tidak mungkin karena pernikahannya sirri (tidak punya surat nikah) sedang si suami tidak mau menceraikan.
Dalam keadaan seperti itu, akhirnya orang yang tidak mengerti sering minta putusan cerai ke seseorang yang dianggap mampu menjadi pengganti hakim, semisal kiai, tokoh masyarakat atau penghulu yang menikahkan. Praktek tersebut salah Karena dalam hokum islam (Mazhab Syafi’i) yang boleh memberi putusan cerai pada pasangan yang bermasalah hanyalah hakim resmi yang diangkat oleh Negara. Orang lain tidak berhak untuk itu karena dipandang tidak ahlan lil-qadha (tidak layak memutuskan perkara hokum).

SOLUSI

Kalau saja wanita yang melakukan nikah sirri memang tidak bisa mendapat kata cerai dari suaminya (baik si suami oleh masyarakat disebut sebagai suami atau sebagai tunangan sama saja), sedangkan dia tidak sanggup lagi mempertahankan rumah tangganya, maka yang dapat dilakukan adalah meminta itsbat nikah (penetapan pernikahan) kepengadilan agama agar pernikahannya  diakui oleh Negara . setelah itu barulah gugatan cerai dilakukan di pengadilan. Meskipun dirasa menyulitkan, tapi langkah ini harus diikuti karena sudah menjadi konsekuensi dari nikah sirri. Ini kalau pernikahan sirri sudah terlanjur dilakukan.
Seandainya pernikahan sirri belum terjadi tapi masih direncanakan, maka resiko seperti ini bisa ditanggulangi dengan cara menyuruh sisuami ta’liq talaq (talaq bersyarat) setelah akad nikah dilangsungkan. Ta’liq talaknya bisa berupa ucapan “Jika suatu saat hubungan pertunangan saya dengan si fulanah positif batal/gagal, maka jatuhlah satu talak saya untuknya”. Dengan ta’liq seperti ini ,maka tatkala pertunangan memang positif gagal, secara otomatis pihak perempuan tertalak satu sehingga tidak memerluka kata talak lagi dan juga tidak perlu cerai dipengadilan.[]


Disadur dari bulletin al-Bayan
Edisi fikih-Sosial

Edisi 4 | 5 Jum. Akhir 1433 | 27 April 2012

Judul asli Problem Nikah Sirri dalam Pertungan
Baca Selengkapnya >>

Ali Yakubov Bayi Bertuliskan Ayat Alquran Ditubuhnya

MOSKOW - Majelis Ulama Rusia menyatakan ayat-ayat Alquran yang tertulis di tubuh bayi Ali Yakubov merupakan peringatan kepada seluruh Muslim Rusia dan Dagestan.

"Kami menafsirkan tanda itu sebagai sebuah peringatan kepada seluruh Muslim Rusia dan Dagestan, yaitu mereka harus berbalik kepada ajaran agama Allah, menyesali dosa-dosa mereka, dan meninggalkan perselisihan, konflik, dan konfrontasi atau saling membunuh yang hari ini mengguncang tanah Dagestan dan seluruh Kaukasus," sebut pernyataan lembaga tersebut, yang dikutip dari kantor berita Rusia Interfax, Rabu (21/10/2009).

Menurut lembaga keagamaan itu, jika hal-hal tersebut dipenuhi, maka umat Islam akan memperoleh rahmat dari Allah dan dapat membangun masyarakat yang benar-benar damai dan sejahtera.

Seperti diberitakan sebelumnya, tulisan dalam huruf Arab itu muncul di tubuh bayi berusia sembilan bulan itu, beberapa hari setelah kelahiran dia. Tulisan itu muncul di punggung, lengan, kaki, dan perut Ali. Tulisan yang muncul antara lain berbunyi, "Allah adalah yang menciptakan semua ini."

Ibu bayi itu, Madina Yakubova, mengatakan tulisan muncul pada Senin dan Jumat. "Suhu tubuh Ali menjadi sangat tinggi dan dia menangis. Tulisan itu secara berangsur-angsur hilang setelah tiga hari, dan kemudian muncul lagi," Madina.

Orangtua Ali tidak memberitahu kepada siapa pun hingga mereka melihat tulisan yang mengatakan, "Tunjukkan tanda-tanda ini kepada orang-orang". Madina mengatakan, Ali adalah anak keduanya. Hal itu tidak pernah muncul pada putrinya yang merupakan kakak Ali.

Menanggapi itu, kalangan medis tentu saja tidak percaya. Ludmila Luss, seorang dokter lokal, yakin bahwa cerita itu dikarang oleh orangtua Ali.

"Mereka mungkin memberikan iritasi di kulit Ali, seperti dengan lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan bekas merah dalam bentuk huruf Arab," kata dia.(jri)
Terkait:
Baca Selengkapnya >>

Jika Anda Menyukai Artikel-Artikel Di Blog Ini Silahkan Masukkan Email Anda Untuk Mendapatkan Update Blog Ini

Masukkan Email